Monday, January 28, 2008

“Bisakah Suatu Fatwa Dicabut?”

HAMKA pernah berpendapat, melarang peredaran fatwa itu adalah hak bagi pemerintah. Sebab dia berkuasa. Tetapi kekuatannya tak akan luntur.  Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-222

 

 

Oleh: Adian Husaini

ImageSetelah sekian lama mencari, akhirnya, di Perpustakaan Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, saya menemukan tulisan Prof. Hamka yang berjudul "Bisakah Suatu Fatwa Dicabut?" Tulisan ini pernah dimuat di rubrik "Dari Hati ke Hati" Majalah Panji Masyarakat No 324 tahun 1981. Di tengah hiruk pikuk dan carut-marutnya wacana kerukunan umat beragama dan meruyaknya pemikiran dan aliran sesat dalam berbagai wujudnya yang menggiurkan, ada baiknya kita menyimak tulisan Hamka tersebut.

Melalui tulisan inilah, Hamka mencetuskan perasaannya yang terdalam tentang makna kerukunan umat beragama yang cenderung disalahartikan. Untuk itulah, beliau tetap mempertahankan fatwa Haramnya Merayakan Natal Bersama dan lebih memilih mundur sebagai ketua umum MUI, daripada harus mencabut fatwa tersebut. Marilah kita ikuti tulisan Hamka berikut ini:

Motto: Biarkanlah saya menyebut apa yang terasa;

Kemudian tuan bebas memberi saya nama dengan apa yang tuan sukai;

            Saya adalah pemberi maaf, dan perangai saya adalah mudah, tidak sulit.

            Cuma rasa hati sanubari itu tidaklah dapat saya menjualnya;

            Katakanlah kepadaku, demi Tuhan.

            Adakah rasa hati sanubari itu bisa dijual? 

            Sudah agak lama dibicarakan di kalangan masyarakat tentang apa yang dinamai Natal Bersama. Pemerintah Republik Indonesia di bawah pimpinan Presiden Suharto sejak mulai berdirinya Majelis Ulama Indonesia, selalu menganjurkan agar di Indonesia terdapat Kerukunan Hidup Beragama. Dan kepada Presiden Suharto sendiri pada tanggal 21 September 1975 penulis "dari hati ke hati" ini, yang baru 20 hari menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia teah menerangkan di hadapan kurang lebih 30 orang Utusan Ulama yang hadir, bahwa Islam mempunyai konsepsi yang terang dan jelas di dalam surat Al-Mumtahinah ayat 7 dan 8, bahwa tidak dilarang oleh Al-Qur'an orang Islam itu hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Orang Islam disuruh berlaku adil dan hidup rukun dengan mereka asal saja mereka itu tidak memerangi kita dan mendesak kita untuk keluar dari tanah air kita sendiri.

Artinya sejak MUI berdiri dia telah menerima anjuran pemerintah tentang kerukunan hidup beragama. Dan ini telah berjalan baik. Tetapi belum ada patokan dan batas-batas tentang mana yang akan kita rukunkan dan mana yang akan kita damaikan.

      Maka timbullah soal Natal, lebih jelas lagi tentang "Natal Bersama".

      Apa arti bersama?

      Bolehkah orang Islam bersama orang Kristen merayakan Hari Natal? Demi kerukunan hidup beragama? Dan tentu ada orang yang ingin bertanya: Bolehkah orang Kristen-demi kerukunan hidup beragama merayakan pula hari Raya 'Idul Fitri dan Idul 'Adha dengan ummat Islam?

Kalau direnungi lebih dalam, hari Natal bagi orang Kristen ialah memperingati dan memuliakan kelahiran Yesus Kristus yang menurut kepercayaan Kristen Yesus itu adalah Tuhan dan anak Tuhan. Dia adalah SATU dari TIGA TUHAN atau TRINITAS. Bila orang Islam turut sama-sama merayakannya, bukanlah berarti meyakini pula bahwa Yesus itu adalah Tuhan, atau satu dalam yang bertiga, atau tiga oknum dalam satu.

Ketika orang merayakan Natal, dilakukanlah beberapa upacara (rituil) yang di dalam bahasa Islam disebut ibadat. Membakar lilin, memakan roti yang dianggap bahwa ketika itu roti tersebut adalah daging Yesus, dan meminum air yang dianggap sebagai darah Yesus.

Ketika terjadi Munas MUI di Cipayung 1979 utusan MUI dari Ujung Pandang membawa berita bahwa kaum Kristen di sana menjelaskan kepada pengikut-pengikutnya bahwa Peringatan Natal adalah ibadat bagi mereka. Sudah lama hal ini diperbincangkan dalam kalangan kaum Muslimin. Tidak ada orang yang menyadari kehidupan beragama yang tidak meragukan halalnya orang Islam turut bersama orang Kristen menghadiri hari Natal, meskipun tidak ada pula orang Islam yang menolak anjuran kerukunan hidup beragama, dan orang Kristen pun belum pernah pergi bersama ber-Hari Raya 'Idul Fitri dan 'Idul Adha ke tanah lapang atau mesjid. Dengan demikian bukanlah berarti bahwa mereka (orang Kristen) tidak hidup rukun dengan orang Islam.

Sebab itu dapatlah kita fahami bahwa Menteri-menteri Agama sejak Indonesia Merdeka menyuruhkan saja pegawai-pegawai Tinggi yang beragama Kristen menghadiri secara resmi hari-hari peribadatan Kristen, Natalnya, Paskahnya dan lain-lain, pegawai tinggi Katolik untuk menghadiri hari Ibadat Katolik, dan pegawai tinggi Protestant untuk menghadiri hari ibadat Protestant, dan demikian pula dengan pegawai tinggi dari kalangan yang beragama Budha. Dan dengan demikian sekali-kali tidak berkurang rukunnya kita hidup beragama.

Sejak Juli 1975 MUI berdiri dianjurkan kerukunan hidup beragama. Pihak Islam menerima anjuran itu dengan baik. Tetapi terus terang kita katakan bahwa bagaimana batas-batas kerukunan itu, belum lagi kita perkatakan secara konkrit!

Maka terjadilah di Jawa Timur, adanya larangan dari Kanwil P dan K menyiarkan satu karangan yang menerangkan 'aqidah orang Islam, bahwa Allah itu tidak beranak dan tidak diperanakkan. Arti ayat Lam yalid walam yuulad ini dilarang beredar, dengan alasan bahwa karangan ini berisi satu ayat yang bertentangan dengan kerukunan hidup beragama.

Sekarang keluar FATWA dari ulama-ulama, bukan dari Majelis Ulama saja, melainkan disetujui juga oleh wakil-wakil dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan perkumpulan-perkumpulan Islam lainnya, bahkan juga dari Majelis Da'wah Islam (yang berafiliasi dengan Golkar) dalam pertemuan itu timbul kesatuan pendapat bahwa orang Islam yang turut dalam perayaan Natal itu adalah mencampuradukkan ibadat, menyetujui aqidah Kristen, menyatakan Nabi Isa Almasih 'alaihissalam sebagai Tuhan.

Dan di dalam logika tentunya sudah dapat dipahami, bahwa hadir di sana ialah menyatakan persetujuan pada 'amalan iu, apatah lagi jika turut pula membakar lilin, sebagai yang mereka bakar, atau makan roti yang menurut `aqidah Kristen jadi daging Yesus, dan air yang diminum menjadi darah Yesus! Maka orang Islam yang menghadirinya itu oleh ayat: (Barangsiapa menyatakan persetujuan dengan mereka, termasuklah dia dalam golongan mereka) (Al-Maidah: 51).

Apakah konklusi hukum dari yang demikian itu, kalau bukan haram?

Maka bertindaklah "Komisi fatwa, dari Majelis Ulama Indonesia, salah seorang ketua Al Fadhil H.Syukuri Gazali merumuskan pendapat itu dan dapatlah kesimpulan bahwa turut merayakan Hari Hatal adalah Haram!"

Masih lunak. Karena kalau diperhatikan isi ayat Al-Maidah 51 itu, bukan lagi haram, bahkan kafir.

Oleh karena saat ini benar-benar mengenai aqidah, tidaklah soal ini didiamkan. Tanggung jawab sebagai ulama menyebabkan para ulama merasa berdosa kalau hal ini didiamkan saja. Yth Menteri Agama mengetahui hal ini. Beliau meminta supaya hasil fatwa dikirim kepada beliau untuk menjadi pegangan. Tetapi karena memandang fatwa ini adalah menyinggung tanggung jawab Majelis Ulama seluruhnya, keputusan tersebut dikirim kepada cabang-cabang tingkat I (Propinsi) seluruh Indonesia.

Di sinilah timbul kesalahpahaman diantara Pimpinan Majelis Ulama dengan Yth Menteri Agama. Mengapa fatwa itu telah tersiar luas, padahal mestinya disampaikan kepada Menteri Agama saja.

Surat-surat kabar harian Jakarta banyak minta agar merekapun diberi peluang turut menyiarkan Keputusan itu seluas-luasnya, karena ini adalah kepentingan ummat seumumnya. MUI belum memberikan. Tetapi ada surat kabar mendapat naskah keputusan itu, lalu menyiarkannya. Tetapi besoknya setelah keputusan itu termuat, datanglah berita dari kami, yaitu saya sendri dan Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji (H. Burhani Cokrohandoko) dalam kedudukannya sebagai sekretaris Majelis Ulama menarik kembali fatwa itu dari peredaran, sekali lagi dari peredaran.

Di sinilah terjadi suatu reaksi yang hebat. Bertubi-tubi datang pertanyaan kepada diri saya sendiri, sebagai Ketua Umum dari Majelis Ulama Indonesia, mengapa fatwa itu dicabut? Apakah saya begitu lemah, kehilangan harga pribadi, ataukah saya tidak setuju dengan keputusan itu? Apakah bagi saya halal merayakan Hari Natal atau hari-hari besar agama-agama lain, jika dirayakan bersama oleh umat Islam?

Di sini saya menjelaskan pendapat saya, bahwa fatwa Majelis Ulama itu tidaklah hilang kebenaran dan kesah-annya, meskipun dia dicabut dari peredaran.

Dan saya sendiri pribadi telah pernah menulis di dalam Majalah yang saya pimpin "Panji Masyarakat" menyatakan haram bagi orang Islam turut merayakan Hari Natal bersama orang Kristen, lama sebelum fatwa yang dicabut dari peredaran itu. Dan di penutup seruan itu saya ajak Kaum Muslimin supaya bersikap tenang menghadapi soal, demi menjaga kerukunan hidup beragama dan menjaga kemurnian aqidah!

Tiga harian memuat seruan saya itu, yaitu Berita Buana, Suara Karya dan Kompas. Kepada ketiganya saya ucapkan terimakasih.

Dengan sabar dan tenang mari kita tilik soal ini. Di dalam membentuk suatu negara, kita selalu menuju yang lebih baik. Bertambah kita melangkah akan kelihatan di mana kekurangan yang harus kita perbaiki. Kita musti melihat soal dari keseluruhan. Dalam mendirikan negara ini kita telah membuat dua gagasan yang baik dan diantara keduanya ada perkaitan.

1. Kerukunan Hidup Beragama

Semua menyetujui gagasan ini. Pihak Islam menyetujui karena Islam sendiri mempunyai konsep yang konkrit dalam hal ini. Tetapi bagaimana pelaksanaannya? Apakah demi kerukunan orang Islam harus menghadiri Hari-hari besar agama lain dan turut beribadat, yaitu ibadat, tapi ibadat yang dikarang-karang sendiri. Orang disuruh rukun, tapi imannya jadi goncang, sebab perbuatannya itu bertentangan dengan ajaran agamanya sendiri. Orang yang lemah imannya takut akan menyebut apa yang terasa dihatinya. Misalnya yang terjadi di Surabaya itu, buku yang menulis "Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan". Buku itu dilarang beredar! Sebab merusak kerukunan hidup beragama.

Bagaimana kalau orang Kristen mengatakan Tuhan Yesus? Bolehkah orang Islam menolak dan membantah itu? Itupun tentu dilarang juga, sebab merusak kerukunan hidup beragama! Bahkan kaum Islam tadi dapat pula dituduh tidak berpartisipasi dalam pembangunan!

2. Majelis Ulama Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia sudah 6 tahun berdiri. Menjadi hiasan bibir di seluruh Indonesia tentang pentingnya kerjasama Umara dan ulama. Dikatakanlah bahwa tanggung jawab ulama untuk kebahagiaan tanah air sama dengan tanggung jawab umara. Ulama adalah ahli-ahli agama dan umara pemegang-pemegang kekuasaan pemerintah.

Sekarang timbul fatwa ulama itu tentang boleh atau tidaknya Natal bersama yang di dalamnya haris ikut orang-orang Islam. Karena ingat akan tugasnya, disamping melihat kepada pemerintah, diminta atau tidak diminta, maka samalah pendapat semua ulama itu bahwa turut bersama dalam perayaan hari Natal itu adalah haram hukumnya atau Kaum Muslimin.

Maka keluarlah keterangan mencabut beredarnya fatwa itu.

Saya menyatakan pendirian yang tegas: "Melarang peredaran fatwa itu adalah hak bagi pemerintah. Sebab dia berkuasa! Namun kekuatan fatwa tidaklah luntur, lantaran larangan beredar. Setiap orang Islam yang memegang agamanya dengan konsekwen, asal dia tahu, dia wajib menuruti fatwa itu. Bertemulah di sini hal yang belum kita fikirkan selama ini, yaitu perlainan penilaian ulama dengan umara, dalam hal yang mengenai aqidah. Umara merasa punya kekuasaan menyuruh cabut peredaran itu.

Ulama merasa dia bertanggung jawab sebagai ahli-ahli agama meneruskan isi fatwanya.

Dan ulama pun sangat sadar bahwa dia tidak mempunyai kuasa buat menantang pencabutan peredaran itu. Sebagai warga negara dia akan patuh kepada kekuasaan pemerintah. Tetapi kekuasaan pemerintah pun belumlah mempunyai hak memaksa orang pergi menghadiri upacara agama lain yang harus dikerjakan bersama. Karena ini adalah kerukunan yang dipaksakan.

Penulis teringat ketika Majelis Ulama Indonesia mulai didirikan (Juli 1975) seorang muballigh muda H. Hasyim Adnan bertanya: "Apa sanksinya kalau pemerintah nanti tidak mau menjalankan suatu keputusan dari Majelis Ulama?"

Saya jawab: "Tidak ada sanksi yang dapat kita pergunakan. Kita sebagai ulama hanya berkewajiban melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Kewajiban kita di hadapan Allah hanya menyampaikan dengan jujur apa yang kita yakini. Ulama menerima waris dari Nabi-nabi. Sebab itu kita warisi juga dari Nabi-nabi itu penderitaan dan penghinaan. Sanksi orang yang menolak kebenaran yang kita ketengahkan bukanlah dari kita. Kita ini hanya manusia yang lemah. Yang memegang sanksi adalah Allah Ta'ala sendiri."

Namun demikian sebagai kita uraikan di atas tadi, kita adalah menuju yang lebih sempurna. Kita masih belum terlambat buat menyelidiki, apakah kedudukan umara dan ulama itu masih diikat oleh rasa ukhuwah Islamiyah? Tegak dalam hak dan kewajiban masing-masing? Atau Ulama hanya lebai-lebai yang dipanggil datang, disuruh pergi, ditegah berhenti? Dan kalau rapat akan ditutup dia bisa dipanggil: "Kiyahi! Baca do'a".

Begitu juga boleh! Mari kita cari ulama-ulama yang semacam itu: "mudah-mudahan masih ada!"

Di permulaan karangan ini saya salinkan sebuah syair Arab yang maksudnya begini: "Biarkanlah saya menyebut apa yang terasa di hati. Setelah yang terasa itu saya sebut, tuan bebas memberikan beberapa penilaian."

Cuma satu yang saya tidak bisa, yaitu membenam saja suara hati nurani, diam saja dalam 1000 bahasa, sehingga pendirian yang sejati tidak dapat disebut. Ini bisa jadi penyakit! Inilah barangkali yang disebut ungkapan "Makan hati berulam jantung." Hati sendiri yang dimakan, jantung sendiri dijadikan ulam.

Rasa hati sanubari itu tidak dapat dijual dan tidak dapat dibeli. Apa yang terasa di hati, itulah yang dikeluarkan, dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada barangsiapa yang patut dihormati. (HAMKA).

Demikianlah cetusan hati Buya Hamka, yang diungkapkannya lebih dari seperempat abad lalu. Tak lama setelah mundur sebagai Ketua Umum MUI, Buya Hamka pun menghadap Allah SWT. Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dari tulisan dan sikap beliau. Amin. [Depok, 25 Januari 2008/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com



Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

Sunday, January 27, 2008

Innalillahi Wainna Ilahi Rojiun

Meninggalnya mantan Presiden Soeharto pada Ahad (27/1) siang di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, mendapat perhatian dari sejumlah kantor berita asing di dunia dengan menurunkan beritanya.
 

Kantor Berita Prancis, Agence France-Presse (AFP) menurunkan beritanya: Indonesia`s former president Suharto, whose iron-fisted rule became a byword for corruption and bloody repression but also brought economic growth, died Sunday after a long and public fight for life.

 

Mantan Presiden Soeharto yang pemerintahannya "bertangan besi" dan "berlumur darah", namun juga berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningggal dunia Minggu siang setelah berjuang lama untuk hidup, kata AFP.

 

Reuters yang berpusat di London, Inggris, menurunkan berita: Former president Soeharto, hailed as the father of development by some Indonesians during his 32 years in power and accused of corruption and rights abuses by others, died on Sunday after suffering multiple organ failure.

 

Mantan Presiden Soeharto yang dianggap sebagai "Bapak Pembangunan" oleh sebagian besar bangsa Indonesia dan selama 32 tahun memerintah dengan kekuasaan, namun didera isu korupsi dan melanggar ham asasi manusia oleh lainnya, meninggal Minggu siang setelah sebagian organnya tidak berfungsi, demikian Reuters.

 

Sementara CNN (Amerika Serikat) menulis: Former Indonesian dictator Soeharto--the "smiling general" who ruled his country with an iron fist for three decades--died Sunday at a hospital in Jakarta, said his doctor. He was 86.

 

Mantan diktator Indonesia atau dikenal sebagai "smiling general" yang telah memerintah negeri dengan "tangan besi "selama tiga dekade, meninggal Minggu siang di RS di Jakarta dalam usia 86 tahun, demikian laporan CNN.

 

Sedangkan ABC News menulis berita: Former Indonesian president Soeharto dies Former strongman Soeharto, who died age 86 on Sunday, steered Indonesia through three decades of rapid economic growth and stability, only to see much of his work unravel in months as the country was plunged into chaos.

 

Orang kuat mantan Presiden Soeharto meninggal Minggu siang dalam usia 86 tahun. Selama tiga dekade memimpin Indonesia berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas, demikian diwartakan ABC News.(ANS/Antara)

 
My personal web: http://pujakesula.blogspot.com  or  http://endyenblogs.multiply.com/journal 


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

Jana Pendapatan Anda di Tahun Baru

$$$ JIHAD EKONOMI ANDA & KELUARGA $$$
Suri rumah yang menjaga anak di rumah?
Tidak mempunyai pekerjaan?
Seorang yang tiada kenaikan gaji?
Seorang yang tidak mempunyai ijazah?
Pelajar yang mahukan Wang belanja harian?
Keluarga yang perlu saraan tambahan?
Seorang yang inginkan perubahan hidup?
Seorang yang ingin selesaikan hutangnya?
Ingin wang saraan keluarga tambahan.
Tiada unsur penipuan.
Berdaftar dan sah disisi undang-undang negara serta halal disisi hukum syara'
Bukan MLM SKIM PIRAMID @ PELABURAN HARAM!
Anda tidak perlu tebal muka mencari downline,tidak perlu menjual@membeli ebook.Tidak perlu mengiklan@mempromosi halaman web dan id anda kerana ianya akan dilakukan secara 100 % automatik.
SEMUDAH 1-2-3 ( DAFTAR - DAPAT ID - JANA PENDAPATAN LUMAYAN )
Daftarlah sekarang dan mula menjana pendapatan lumayan hari ini!
KLIK >> http://wanglebih.com?lid=15e6ac23&ref=mshaukhi <<KLIK
KLIK >> http://wanglebih.com?lid=15e6ac23&ref=mshaukhi  <<KLIK
KLIK >> http://wanglebih.com?lid=15e6ac23&ref=mshaukhi <<KLIK
(daftar melalui link diatas dan gantikan dengan link anda selepas mendaftar nanti)
TESTIMONI
Anisah-Pelajar IPT                    
Seronok sangat!! Alhamdulillah stabil kewangan.Saya tak perlu risau lg bagaimana nak settlekan bil-bil atau yuran pengajian.Sekarangni boleh terus sambung pengajian dengan senang dan mudah.Mak&ayahpun happy.
Lebih dari RM20,000 sebulan - SAH & TERBUKTI KEJAYAAN
En. Ariffin - Kakitangan kerajaan
Mula-mula daftar dulu saya terkejut baru daftar dapat faciliti percuma! kini saya dapat lebih RM10,000 dlm 30 hari pertama!Sekarang saya dah ada skill yang berterusan membuat wang LUMAYAN setiap bulan walaupun secara sambilan 15minit sehari sudah cukup lumayan.
RM10,000 dlm 30hari - SAH & TERBUKTI KEJAYAAN
RAHSIA KAEDAH JUTAWAN
Apabila anda mendapat email ini bermakna anda mempunyai sebuah peluang yang hebat dihadapan mata anda untuk menjana pendapatan lumayan seperti diatas! Email ini adalah telah dihantar secara automatik kepada anda.Daftar sekarang dengan menekan link diatas dan gantikan link diatas dengan link anda yang akan anda perolehi selepas pendaftaran.Anda akan diberikan sebuah software automatic money machine yang akan berfungsi menghantar email yang mempunyai link anda sendiri secara automatik 24/7.Sebuah ebook panduan yang lengkap bergambar warna-warni serta ceria juga dibekalkan kepada anda secara PERCUMA untuk mudah berjaya menjalankannya.Klik link diatas sekarang dan anda akan menjana pendapatan lumayan dalam masa yang sangat singkat serta membebaskan kehidupan anda dari kesempitan kewangan selama-lamanya!
Setiap pendaftaran ahli dibawah akaun anda,anda akan mendapat imbuhan RM10/= dibayar terus ke akaun peribadi anda!
Bayangkan dengan hanya satu klik anda berjaya menghantar ke berbillion alamat email.Berapakah pendapatan anda sekiranya 10 % dari sejuta email yang anda hantar mendaftar?
RM10 X 100,00 AUTOEMAIL=RM1,000,000.00
TERBUKTI KEJAYAAN 100 % TANPA PENIPUAN,TANPA PERLU MENJUAL/MEMBELI EBOOK,TANPA TENDER,TANPA MELOBI YB,TANPA MENCARI AHLI BAWAHAN DAN TANPA MENGIKLAN!

Saturday, January 26, 2008

Ilmuwan buat kehidupan sintetis

Ilmuwan buat kehidupan sintetis
 
Bakteri Mycoplasma
Bakteri merupakan genome terkecil yang diketahui manusia
Langkah penting telah diambil dalam upaya menciptakan bentuk kehidupan sintetis.

Satu tim ilmuwan Amerika melaporkan dalam majalah Sains bagaimana meniru seluruh kode DNA dari bakteri biasa di dalam laboratorium.

Kelompok peneliti itu berharap menggunakan rekayasa sel ini untuk membuat organisma yang dapat menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan dan membersihkan karbondioksida dari atmosfir.

Penerbitan penelitian itu memberikan peluang untuk pengkajian.

Sebagian telah menyatakan keprihatinan atas masalah etika.

Dalam beberapa tahun belakangan ini kritik-kritik tersebut telah meminta perdebatan mengenai risko menciptakan "kehidupan artifisial" di tabung pengujian.

Namun Dr Hamilton Smith, yang merupakan bagian dari studi Sains itu, mengatakan timnya menganggap genome buatan laboratorium merupakan langkah maju kehidupan sintetis bukan artifisial.

Dia mengatakan kepada BBC, "Kami ingin membedakan kehidupan sintetis dengan kehidupan artifisial".

"Dengan kehidupan sitentis ini kita mendisain ulang kromosom sel. Kita tidak menciptakan selutuh sistem kehidupan artifisial yang baru," katanya.

Kaset-kaset gen

Tim yang terdiri dari 17 ilmuwan itu membangun genome bakteri dengan melakukan sintesa secara kimia blok kecil DNA.

Blok DNA ini dibesarkan di dalam bakteri dan disambungkan dalam potongan besar sehingga disebut "kaset-kaset gen".

Percobaan
Kumpulan DNA yang besar telah digabungkan

Para peneliti ini akhirnya membuat beberapa kumpulan besar DNA yang digabungkan untuk membuat genome bundar versi sintetis Mycoplasma genitalium.

Mereka menamainya Mycoplasma JCVI-1.0 dari nama pusat penelitian J Craig Venter Institute di Rockville.

Dr Craig Venter, yang terlibat dalam lomba untuk melakukan dekode genome manusia yakin micro-organisma yang direkayasa dapat menjadi produsen efisien bahan bakar tidak berpolusi seperti hidrogen.

Dia yakin, bakteri sintetis lainya dapat dibuat untuk membersihkan gas-gas rumah kaca.

"Perkembangan ini merupakan satu tahap untuk apa yang kami harapkan pendekatan baru terhadap rekayasa organisma," ujar Dri Smith, salah seorang peneliti.

Tahap ini membangkitkan keprihatinan paling besar diantara para pengkritiknya dan dimana bentuk kehidupan baru itu benar-benar diciptakan.

Bagaimana bentuk kehidupan ini berperilaku ? Lalu apa dampaknya terhadap organisma lain dan lingkungan?

Sebagian pihak menyatakan langkah ini terlalu jauh namun sebagian lain berpendapat bahwa bidang baru biologi sintetis ini sains yang penting.

 
 

[BBC] ibadah mahdhoh yang paling afdhol dibulan ini apaan ya?

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/01/080125_syntheticlife.shtml

Masalah Nyawa Adalah Punya Allah

--
------------------------------------------------------------------------
Email ini dikirim kepada anda dengan menggunakan fasilitas ‘Email
kepada anda’ di situs <a href="http://www.bbcindonesia.com"
target="_blank">http://www.bbcindonesia.com. Jika anda ingin
menyampaikan keberatan atas email ini mohon diteruskan seluruh isinya
ke <a href="mailto:Indonesian@bbc.co.uk">Indonesian@bbc.co.uk</a> BBC
tidak bertanggung-jawab atas isi email ini dan semua yang tertulis
dalam email ini tidak mencerminkan pandangan BBC.
------------------------------------------------------------------------

Dianggap Gila Setelah Menemukan Islam

Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Sabtu, 26 Januari 2008

Sebelumnya, ia menikmati hidup dengan hura-hura. Pesta, minum alkohol, mabuk-mabukkan. Pokoknya "happy."  Tapi ia dianggap "gila" setelah  menemukan Islam

 

ImageHidayatullah. com-Namanya Yahya Schroeder. Ia muallaf baru asli Jerman. Memeluk Islam setahun lalu atau tepatnya Nopember 2006. Saat itu ia berusia 17 tahun. Saat remaja lain sibuk mereguk nikmatnya puncak masa remaja, Yahya justru sedang berada di puncak pencarian spiritualnya. Melalui situs www.readingislam.com (11/9) ia menorehkan kisah perjalanan spiritualnya itu kepada publik, semata-mata untuk berbagi pengalaman dengan sesame saudara se-Islam, terutama yang berdomisili di negara non-Muslim.

***

Sebagai seorang muallaf, Yahya mengaku lebih mudah mengikuti dan mengamalkan Islam ketimbang muslim tradisonal yang lahir dan dibesarkan di Jerman. Ada sebagian pemuda muslim yang lahir disana, sepengetahuan Yahya, justru ingin dikenal sebagai orang Jerman. "Mereka tidak bangga dengan Islamnya. Bagi mereka Islam hanyalah sebuah tradisi. Malah ada yang berani menggadaikan keislamannya hanya agar bisa berganti kewarganegaraan," ungkap pemuda murah senyum itu. Na'uzubillah!.

Memang, seperti diakui Yahya, hidup sebagai seorang Muslim di Jerman tidaklah mudah.

"Jika orang Jerman ditanya apa yang mereka ketahui tentang Islam, maka mereka akan jawab Islam identik dengan yang berbau Arab. Jadi persis seperti sebuah simbol operasi dalam matematika, Islam=Arab.  Mereka belum tahu kebesaran Islam yang sebenarnya," imbuhnya.

 

Masa remaja penuh ceria

Yahya dibesarkan di sebuah desa kecil di pinggiran Potsdam. Ia tergolong anak keluarga berada. "Aku tinggal di sebuah rumah mewah dengan ibu dan ayah tiriku. Rumah kami memiliki halaman yang cukup luas dan ada kolam renangnya. Sebagai seorang remaja aku sangat menikmati hidup ini. Punya banyak teman, kami sering bikin pesta, minum alkohol, mabuk-mabukkan, dan acara gila-gilaan lainnya. Ya seperti kebanyakan pemuda Jerman umumnya, Pokoknya happy," ujar Yahya mengenang.

"Kala itu aku punya segalanya; rumah mewah, mobil, uang, dan berbagai macam jenis mainan canggih. Aku tidak pernah kekurangan uang, tapi entahlah, aku merasa hidup tidak tenang, selalu gelisah. Kala itu pun aku berpikir untuk mencari "sesuatu" yang lain," sambungnya.

Memasuki umur 16 tahun ia bersua dengan komunitas Muslim di kota Potsdam melalui perantaraan ayah kandungnya. Ayahnya memang telah duluan memeluk Islam tahun 2001. Ya kendati telah bercerai dengan sang ibu, namun Yahya senantiasa menjenguk ayahnya sekali dalam sebulan dan sering pula menghadiri pengajian warga muslim disana.

Secara perlahan, Yahya mulai tertarik dengan Islam. Rupanya sang ayah memerhatikan gejala itu. Sang Ayah ingin ia belajar lebih jauh tentang Islam dari orang yang memiliki ilmu yang lebih tinggi. Sejak saat itu Yahya mulai serius belajar Islam dan menghadiri forum pengajian rutin setiap bulannya.

Satu ketika, terjadilah sesuatu yang tak diinginkan, yang nantinya merubah semua jalan hidupnya. "Ceritanya, satu hari aku ikut kawan-kawan pergi berenang. Nah saat melompat ke kolam, aku terpeleset dan jatuh tidak sempurna. Akibatnya, punggungku mengalami retak berat dan kepala berbenturan hebat dengan dasar kolam. Cederaku cukup parah hingga ayah segera melarikanku ke rumah sakit."

"Di rumah sakit, dokter menyarankan agar jangan banyak bergerak. Cedera punggungku cukup parah yang mengakibatkan engsel tangan kanan bergeser. Katanya: "Nak, janganlah banyak bergerak. Sedikit saja salah bergerak bisa menyebabkan cacat nantinya." Kalimat dokter itu sungguh sangat tidak membantu. Malah membuatku tertekan luar biasa."

Sejurus kemudian, sebelum dibawa ke ruang operasi, Ahmir salah seorang sahabatnya berujar."Yahya, hidupmu kini ada di tangan Allah. Ini mirip seperti sebuah perjudian, antara hidup dan mati. Kini kamu berada di puncak kenikmatan dari sebuah pencarian. Bertahanlah, sabarlah sahabat. Allah pasti bantu." Kalimat Ahmir dirasakan Yahya sangat luar biasa. Ia sangat termotivasi dan semangat hidupnya muncul kembali.

"Operasi berjalan selama lima jam dan aku siuman selepas 3 hari. Saat terjaga tangan kananku sulit digerakkan. Namun, entah mengapa, aku merasa orang yang paling bahagia di muka bumi ini. Bahkan kepada dokter kuberitahukan bahwa aku tidak peduli dengan cedera yang kualami. Aku justru bahagia Allah masih mengizinkanku hidup," kenang Yahya.

"Dokter mengatakan aku harus tinggal di rumah sakit selama beberapa bulan. Tapi tahukah kawan, aku dirawat cuma dua pekan saja! Itu karena aku latihan rutin dan penuh disiplin. Satu hari dokter datang dan bilang: "Hari ini kita coba latihan naik tangga ya." Padahal tanpa sepengetahuan mereka sebenarnya aku telah melakukan latihan atas inisiatif sendiri, dua hari sebelum dokter datang," sambungnya. Begitulah, akhirnya ia dapat menggerakkan kembali tangan kanannya seperti sediakala dan cuma dua pekan di rumah sakit.

"Kecelakaan itu telah mengubah jalan hidupku. Aku jadi suka merenung. Jika Allah inginkan sesuatu, maka kehidupan seorang individu bisa berubah hanya dalam hitungan detik. Aku pun mulai serius berpikir tentang hidup ini dan Islam tentunya. Keinginan untuk memeluk Islam makin menjadi-jadi, yang berarti harus meninggalkan rumah, keluarga yang kucintai dan semua kemewahan hidup disana,"ungkapnya. Akhirnya ia memutuskan pindah ke Potsdam.

Kala pindah ke Potsdam Yahya cuma membawa beberapa lembar pakaian, buku sekolah dan beberapa CD kesayangannya. Ia tinggal sementara di apartemen ayahnya.

"Kecil memang tempatnya, hingga aku musti tidur di dapur. Tapi itu tidak masalah bagiku. Aku merasa bahagia. Sangat bahagia, persis seperti kala terjaga dari siuman di rumah sakit selepas kecelakaan hebat itu."

 

Mengucap dua kalimah syahadah

Tak berapa lama ia mulai menjalani hari pertama di sekolah. Mendadak semua serba baru baginya. Apartemen baru, sekolah baru, teman baru dan pertamakali tanpa keluarga lengkap. Persis sehari selepas hari pertama di sekolah, ia pun bersyahadah. Begitu teman-teman sekolahnya tahu ia beragama Islam mulailah mereka mengejek dengan kalimat-kalimat usil.

"Ada teroris", "Usamah bin Laden datang," "Islam itu kotor". Begitu mereka mengejek Yahya. Sebagiannya malah ada yang menganggapnya gila. Lebih parahnya lagi, bahkan ada yang tidak percaya ia orang Jerman asli.

"Aku bisa maklumi, karena mereka hanya tahu Islam dari media yang cenderung memojokkan Islam," tukasnya

Akan tetapi setelah 10 bulan berjalan situasinya benar-benar berubah. Sikap teman-temannya berubah drastis. Rekan-rekan sekelasnya berhenti bersikap usil. Malah mereka sering bertanya tentang Islam. Pandangan mereka tentang Islam pun berubah. Menurut mereka, ternyata Islam itu cool! Indah! Subhanallah!

"Perubahan itu tentu saja tidak serta merta. Secara halus dan perlahan aku melakukan dakwah di kelas. Tentu saja bukan dengan ceramah agama. Sikap dan tingkah lakulah yang banyak membantu mereka mengenal Islam. Percaya tidak, kini aku bahkan punya ruang shalat khusus. Padahal akukah satu-satunya siswa Muslim di sekolah itu," ujar Yahya senang.

"Mereka baru tahu ternyata Islam punya adab atau tata tertib dalam hidup. Yang menarik bagi mereka, Islam tidak ekslusif, tidak mengelompokkan diri dalam kelompok-kelompok khusus. Seperti di sekolahku ini," imbuhnya.

Dikatakannya, di sekolah itu ada tiga kelompok utama yakni kelompok yang suka hura-hura. kongkow-kongkow; lalu ada kelompok punk; dan satunya lagi kelompok yang suka pesta-pestaan. Setiap orang selalu mencoba untuk jadi anggota kelompok dari salah satu grup, semata-mata supaya diterima oleh yang lainnya.

"Kecuali aku! Aku tidak masuk kelompok manapun, namun diterima oleh semua mereka. Aku bisa menjadi teman bagi setiap orang. Tidak perlu menggunakan pakaian tertentu supaya dibilang "cool." Bahkan mereka selalu mengundangku, demikian juga teman-temanku yang Islam pada acara-acara mereka," kisah Yahya.

Mereka menaruh respek pada Yahya sebagai seorang muslim. Bahkan lebih dari itu, jika ada acara mereka secara khusus menyiapkan makanan halal untuknya. Misalnya acara bakar sate, maka mereka siapkan dua alat pembakar. Satunya untuk mereka dan satunya lagi khusus untuk Yahya dan rekan-rekan Muslimnya.

"Bukan main! Kini mereka benar-benar terbuka dengan Islam. Aku hanya berdoa agar Allah beri mereka hidayah. Amiin," harapnya sembari berdoa.

Selepas memeluk Islam, kesibukan Yahya kini bertambah. Ia menjadi produser film. YaYa Productions nama perusahaannya yang berlokasi di Potsdam. Produksinya terutama film-film dokumenter yang kebanyakan mengisahkan perjalanan hidup seorang muallaf dan kebanyakan dalam bahasa Jerman dengan terjemahan bahasa Inggris.

"Tujuan aku buat film adalah untuk menunjukkan kepada kalangan non-Muslim bagaimana Islam yang sebenarnya. Jauh dari apa yang ditampilkan media selama ini. Mudah-mudahan film-film itu bisa mencerahkan pandangan mereka," ujar Yahya yang meyakini pekerjaannya itu sebagai bagian dari dakwah. [zulkarnain jalil (Aceh)/www.hidayatullah.com]

Tulisan dan cerita menarik anda bisa dikirim ke alamat redaksi atau langsung ke caklis@yahoo.com Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

 
My personal web: http://pujakesula.blogspot.com  or  http://endyenblogs.multiply.com/journal 


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

Ada Rumus Dibalik TK Sampai S3

Fw dari milis sbelah
Ada Rumus Dibalik TK Sampai S3
Sumber :
http://www.jkmhal. com/main. php?sec=content& cat=8&id= 7532
Perjalanan ini akan selesai di depan sirath (jembatan). Ia adalah
jembatan yang membentang di atas Jahanam. Jika kita melewati sirath,
kita akan menemukan pintu surga di depan kita, dan Nabi SAW akan
memegang tangan kita, lalu ia akan mengajak kita memasuki istana,
karena kita telah menyelesaikan tahapan penyucian sebelum tiba di
depan sirath. Jika kita belum suci, kita akan jatuh ke neraka.
Inilah mungkin, ikhtiar kita sebagai jalan untuk menyucikan diri,
dengan membuat rumusan-rumusan yang Insya Allah akan menghantarkan
kita ke dalam surga-Nya.
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Rumus Hidup Bahagia Dunia dan Akhirat :
TK = Tanamkan Keimanan
SD = Shalat Didahulukan
SMP = Selalu Menjalankan Perintah-Nya
SMA = Selalu Mengingat Allah
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Rumus memilih pasangan hidup dengan D3 :
Diennya
Dunianya
Dedikasinya
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Pingin masuk surga dengan S1 :
SHALATLAH Insya Allah selamat
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Jalani Hidup ini dengan S2:
Sabar dan Sukur
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Pergaulilah orang dengan S3 :
Senyum, Salam dan Sapa
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Wallahu A'lam
 
My personal web: http://pujakesula.blogspot.com  or  http://endyenblogs.multiply.com/journal 


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.